Penyebab Hipertensi

Terkadang, seseorang merasa bingung terkait apa penyebab hipertensi yang dideritanya. Sebab, penyakit ini bisa muncul tiba-tiba, bahkan tanpa menunjukkan ciri-ciri ataupun gejala tertentu. Tak hanya menyerang orang dewasa, nyatanya hipertensi juga bisa dialami remaja. 

Penyebab Hipertensi yang Wajib Diwaspadai

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Umumnya, kondisi ini ditandai dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHG. Kemudian, hipertensi dianggap parah jika menyentuh angka 180/120 mmHG.

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua jenis, yakni primer dan sekunder. Hipertensi primer merupakan jenis penyakit yang berkembang dari waktu ke waktu tanpa penyebab khusus. 

Sementara hipertensi sekunder terjadi dengan cepat dan bisa lebih parah daripada hipertensi primer. Nah, sebagai informasi, berikut faktor risiko yang memicu penyakit hipertensi.

  1. Genetik dan Perubahan Fisik

Salah satu faktor pemicu hipertensi adalah keturunan atau genetik. Artinya, terjadi mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi orang tua, sehingga keturunannya menderita hipertensi. 

Selain itu, perubahan fisik yang semakin tua juga bisa memicu penyakit hipertensi. Dalam kondisi ini, fungsi ginjal mengalami perubahan akibat penuaan. 

Kemudian, keseimbangan garam dan cairan tubuh menjadi terganggu. Jika sudah begini, maka tekanan darah di dalam tubuh pun bisa ikut meningkat. 

  1. Pola Hidup Tidak Sehat

Pilihan pola hidup seseorang menjadi salah satu penyebab hipertensi yang kerap terjadi. Misalnya saja, penyakit ini bisa muncul ketika seseorang memiliki kebiasaan merokok, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, makanan manis, hingga kurangnya aktivitas fisik.

Berbagai faktor tersebut bisa mengakibatkan kelebihan berat badan atau obesitas. Jika sudah begini, maka faktor risiko hipertensi pun bisa meningkat drastis. 

  1. Kondisi Medis Tertentu

Penyakit hipertensi bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Berikut deretan kondisi medis yang memicu munculnya penyakit ini. 

  • Masalah ginjal
  • Cacat jantung bawaan
  • Obstructive sleep apnea
  • Penyakit tiroid
  • Efek konsumsi obat
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Konsumsi alkohol
  • Penyakit kelenjar adrenal 
  • Tumor endokrin

Cara Mengobati Hipertensi

Biasanya, dokter akan merekomendasikan pengobatan hipertensi sesuai dengan usia, kondisi pasien, dan tingkat keparahannya. Beberapa cara yang bisa dilakukan termasuk mengurangi asupan garam, berhenti merokok dan mengelola stres dengan baik. Misalnya saja, dengan meditasi, yoga, dan berbagai hobi yang digemari. 

Bisa juga menjalankan aktivitas rutin berolahraga setidaknya 150 menit setiap minggu. Penderita bisa membaginya menjadi 30 menit per hari agar tubuh bisa beradaptasi. 

Jenis olahraga yang bisa dicoba pun tidak perlu rumit. Misalnya saja, berjalan, jogging, bersepeda, hingga berenang. Penderita bisa memilih aktivitas olahraga terbaik sesuai kondisi dan waktu luangnya masing-masing. 

Risiko penyebab hipertensi cukup beragam. Bagi penderita, tak perlu menunggu sampai gejala yang muncul semakin parah. Segera konsultasikan dengan dokter karena hipertensi dikenal sebagai “silent killer“, mungkin gejala awalnya tidak terlihat tetapi bisa beresiko fatal.